Kewajiban Mendidik Anak Menjadi Generasi Shalih


Anak Shalih adalah hasil usaha yang harus dipersiapkan, diolah dan diperjuangkan untuk dididik agar memiliki kemampuan dalam mengemban tugas ibadah kepada Allah Ta’ala, karena ia nanti akan menghadapi tantangan zaman yang nantinya berbeda dengan zaman orang tuannya.
Anak Shalih merupakan impian semua orang tua, masyarakat serta Negara yang sangat membutuhkan generasi yang memiliki aqidah yang benar, amal yang shalih, akhlak yang mulia, akal yang cerdas, fisik yang sehat dan kuat serta dekat dan cinta kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya.
Tujuan pendidikan anak dalam Islam adalah untuk menyiapkan individu yang mampu mengemban tugas ibadah kepada Allah Ta’ala dan investasi manusia untuk kepentingan dunia dan akhirat. Islam tidak membatasi pengertian ibadah pada shalat, shaum, dan haji saja, tetapi segala apa yang dicintai Allah baik berupa ucapan maupun perbuatan, baik yang tampak (zhahir) maupun tersembunyi (bathin) yang dilakukan secara ikhlas dan benar sesuai tuntunan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam maka akan bernilai ibadah.

Tak heran bila di kalangan pendahulu kita yang shalih banyak kita dapati tokoh-tokoh besar yang kokoh ilmunya, bahkan dalam usia mereka yang masih relatif muda. Dari kalangan sahabat, ada ‘Abdullah bin ‘Umar, ‘Abdullah bin ‘Abbas, ‘Abdullah bin Mas’ud, Mu’adz bin Jabal, Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhum, dan banyak lagi. Kalangan setelah mereka, ada Sufyan Ats-Tsauri, Al-Imam Malik, Al-Imam Asy-Syafi’i, dan Al-Imam An-Nawawi rahimahumullah.
Begitulah memang. Dari sejarah kehidupan mereka kita bisa melihat, mereka telah sibuk dengan ilmu dan adab semenjak usia kanak-kanak. Jadilah –dengan pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala– apa yang mereka pelajari tertanam dalam diri dan memberikan pengaruh terhadap pribadi.
Demikian yang diungkapkan oleh ‘Alqamah, “Segala sesuatu yang kuhafal ketika aku masih belia, maka sekarang seakan-akan aku melihatnya di atas kertas atau lembaran catatan.” [Jami’ Bayanil ‘Ilmi wa Fadhlihi, 1/304]
Orang tua berperan dalam mengarahkan dan membiasakan anak-anak untuk menyibukkan diri dengan ilmu agama sejak dini dan menghasung mereka untuk mempelajari adab. Muhammad bin Sirin menuturkan, “(Para pendahulu kita) mengatakan, ‘Muliakanlah anakmu dan perbaikilah adabnya!’.” (Jami’ Bayanil ‘Ilmi wa Fadhlihi, 1/308) Senada dengan ini, Ibnul Anbari mengatakan pula, “Barangsiapa mengajari anaknya adab semasa kecil, maka akan menyejukkan pandangannya ketika si anak telah dewasa.” (Jami’ Bayanil ‘Ilmi wa Fadhlihi, 1/306)

Baca juga Keburukan Dicatat Satu Tapi Siksanya Berlipat

MENDIDIK ANAK, WAJIB!

Allah Ta’ala telah berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu...” [QS. At-Tahrim: 6]
‘Ali bin Abi Thalib menegaskan bahwa maksud dari ayat di atas adalah mendidik dan mengajari keluarga. Sementara Qatadah, ketika menafsirkan ayat ini mengatakan, “Yakni, hendaklah engkau memerintahkan mereka untuk berbuat taat kepada Allah dan melarang mereka dari berbuat durhaka kepada-Nya. Dan hendaklah engkau menerapkan perintah Allah kepada mereka dan perintahkan dan bantulah mereka untuk menjalankannya. Apabila engkau melihat mereka berbuat maksiat kepada Allah, maka peringatkan dan cegahlah mereka.” [Tafsir Ibnu Katsir]
Ath-Thabari menerangkan, “Wahai orang yang benar keimanannya terhadap Allah dan Rasul-Nya, ‘Peliharalah diri kalian,’ Hendaklah satu sama lain saling mengajarkan sesuatu yang membuat kalian dapat berlindung dan terhindar dari neraka, yaitu apabila mereka beramal dalam ketaatan kepada Allah. Sedangkan firman-Nya ‘Dan (lindungi) keluarga kalian dari neraka.’ Maksudnya adalah ajarkan keluarga kalian amal ketaatan kepada Allah yang dapat melindungi mereka dari api neraka. [Tafsir Ath-Thabari, XXVIII/165]








ADVERTISE

Quantum Fiqih Corporation (QUFICORP.) adalah promotor manajemen majalah dan buku Islam yang menitik beratkan pada pengkajian Islam dengan aksentuasi tazkiyatun nufus. QUFICORP. dirintis oleh Brilly El-Rasheed untuk melayani berbagai penerbitan majalah dan buku Islam. Hingga saat ini QUFICORP. telah melayani cukup banyak klien, tetap maupun insidental.

Klien tetap QUFICORP. (update 2015) antara lain Yayasan As-Sholihin Surabaya (YAS), Pondok Pesantren Tauhidullah Surabaya, Yayasan Tunas Yatim Sejahtera Surabaya (YTYSS), Yayasan Al Akhbar Ar Refahiyah (YAR), Pondok Pesantren Maskumambang Gresik, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Timur, SBY Corporation, Yayasan As Sunnah Pasuruan, dll.



Ngaji juga ya di www.quantumfiqih.com dan quantumfiqih.wordpress.com.




Tags: Ormas Islam Induk di Indonesia, Jami’ah Khairiyah, Al-Irsyad Al-Islamiyah, Masyumi, Syarikat Islam Indonesia, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Persatuan Islam PERSIS, Nahdlatul Wathan, Pelajar Islam Indonesia PII, Lembaga Dakwah Islam Indonesia LDII, Jam’iyah Al-Washliyah, Rabithah ‘Alawiyah, Front Pembela Islam FPI, Hizbut Tahrir Indonesia HTI, Mathla’ul Anwar MA, Jam’iyah Al-Ittihadiyah, Hidayatullah, Al-Wahdah Al-Islamiyah, Majelis Tafsir Al-Quran MTA, Harakah Sunniyah Untuk Masyarakat Islami HASMI, Persatuan Tarbiyah Islamiyah PERTI, Persatuan Ummat Islam PUI,  Shiddiqiyah, Wahidiyah. 

Related

Pendidikan 9043808843543910236

Posting Komentar

Komentar Anda sangat berharga bagi kami. Jika Anda mendukung gerakan kami, sampaikan dengan penuh motivasi. Jangan lupa, doakan kami agar istiqamah beramal dan berdakwah. Klik juga www.quantumfiqih.com dan goldenmanners.blogspot.co.id

emo-but-icon

Hot in week

Random Post

Cari Blog Ini

Translate

Total Tayangan Halaman

Our Visitors

Flag Counter

Brilly Quote 1

Brilly Quote 2

Brilly Quote 3

item