Konsultasi Syariah Cara Meraih Mabrur


#⃣ #broadcastquantumfiqih
No.: KS/9/VII/QUFI
Topik: 1⃣ _Konsultasi Syariah_
Rubrik: _quantumfiqihibadah_
​​​​​​
Konsultasi Syariah *212 - Mabrur*
_Pertanyaan_
 Pak Brilly, sebetulnya haji mabrur itu apa? Soalnya penjelasan yg sy dengar dari banyak pengajian itu berbeda2. Bingung rasanya. Mohon diberikan jawaban yg singkat beserta dalil2.
 Ditanyakan oleh Bapak *Sulaiman Ibrahim* (0895364833317) pada _16 Juli 2018_
_Jawaban_
 Wah kebetulan sekali pertanyaannya Pak Sulaiman. Tadi shubuh di Masjid Nasional Al Akbar, saya berjamaah bersama ratusan jamaah haji reguler akan diberangkatkan. Mendadak nangis terharu melihat orang2 yang bakalan berhaji. _Iri rasanya, pengen diberangkatkan lagi._
 Baiklah, sebenarnya terma haji mabrur mirip seperti terma shalat khusyu'. Terlampau banyak orang yang memberikan definisi masing2 semaunya sendiri. Tidak masalah jika sesuai dalil, justru bagus. Seringnya, diperluas maknanya, _sampai2 seakan haji mabrur itu sesuatu yang mustahil digapai._
 Apa pentingnya kita mengetahui maksud terma haji mabrur? Ada hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Al-Khatib Al-Baghdadi dari Anas berkata, Nabi bersabda,
يأتي على الناس زمان يحج أغنياءهم للنزهة وأوساطهم للتجارة وقراؤهم للرياء والسمعة وفقراؤهم للمسئلة.ولذا كان عمر يقول الوفد كثير والحج قليل
"Akan datang satu masa dimana orang-orang kaya berhaji tujuan mereka piknik atau setidaknya untuk berniaga, para qari buat riya dan sum’ah, orang-orang faqir diantara mereka gemar meminta-minta.” Oleh karena itu Sayyidina Umar berkata, “Yang berangkat haji itu banyak tapi yang meraih haji itu sedikit.”
 Lalu, apa hadits yang menyebut haji mabrur? Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya.
قالوا: يَا رَسُولَ اللهِ، مَا الْحَجُّ الْمَبْرُوْرُ؟ قال: "إِطْعَامُ الطَّعَامِ، وَإِفْشَاءُ السَّلَامِ
“Para sahabat berkata, ‘Wahai Rasulullah, apa itu haji mabrur?’ Rasulullah menjawab, ‘Memberikan makanan dan menebarkan kedamaian.’”
 Walaupun hadits ini divonis munkar syibhul maudhu’ oleh Abu Hatim dalam kitab Ilal ibn Hatim, tetapi ada riwayat lain yang marfu’ dan memiliki banyak syawahid. Bahkan divonis Shahih Al-Isnad oleh Al-Hakim dalam kitab Al-Mustadrak-nya, walaupun Al-Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkannya. Sebagaimana dikutip Al-Imam Badrudin Al-Aini dalam Umdah Al-Qari’-nya.
سئل النبي ما بر الحج قال إطعام الطعام وطيب الكلام وقال صحيح الإسناد ولم يخرجاه
 “Rasulullah ditanya tentang haji mabrur. Rasulullah kemudian berkata, ‘Memberikan makanan dan santun dalam berkata.’ Al-Hakim berkata bahwa hadits ini sahih sanadnya tetapi tidak diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.”
 Dari dua hadits di atas dapat disimpulkan bahwa cara meraih mabrurnya haji ada tiga. Pertama, santun dalam bertutur kata (thayyibul kalam). Kedua, menebarkan kedamaian (ifsya’us salam). Ketiga, memiliki kepedulian sosial yaitu mengenyangkan orang lapar (ith‘amuth-tha‘am).
⛺ _Apakah hanya tiga cara tersebut untuk menggapai mabrur? Kita perlu mengupas lebih jauh biar tidak ada yang tertinggal._
 Kita kupas makna kata mabrur. Mabrur sendiri asal katanya adalah birrun yang berarti kebaikan atau kebajikan. Mabrur adalah bentuk isim ma’ful atau participle pasif atau kata sifat penderita berarti yang diberi kebaikan atau kebajikan. Jadi al-birru atau kebaikan adalah komitmen yang tulus kepada Allah dan sesama manusia.
 Lebih lanjut, oleh karena kata haji mabrur pertama kali ada semenjak Nabi mengucapkannya, berarti kita harus mencari tahu maknanya. *Yang paling tahu makna hadits Nabi adalah para ulama yang hidup tak jauh dari masa hidup Nabi.*
 Penjelasan paling komprehensif disampaikan oleh Al-Hafizh Jalaluddin As-Suyuthi dalam kitab Syarh Sunan An-Nasai'i [Aleppo: Maktab Al-Mathbu’at Al-Islamiyyah, cet ke-2, 1406 H/1986 H, juz, V, h. 112]
قَالَ النَّوَوِيّ مَعْنَاهُ أَنَّهُ لَا يَقْتَصِر لِصَاحِبِهَا مِنْ الْجَزَاء عَلَى تَكْفِير بَعْض ذُنُوبه لَا بُدّ أَنْ يَدْخُل الْجَنَّة قَالَ : وَالْأَصَحّ الْأَشْهَر أَنَّ الْحَجّ الْمَبْرُور الَّذِي لَا يُخَالِطهُ إِثْم مَأْخُوذ مِنْ الْبِرّ وَهُوَ الطَّاعَة
✅ “Menurut An-Nawawi makna hadits “Tidak ada balasan bagi haji mabrur kecuali surga”  adalah bahwa ganjaran bagi orang dengan haji mabrur tidak hanya sebatas penghapusan sebagian dosa. Mabrur itu yang mengharuskan ia masuk surga. Al-Imam An-Nawawi berkata, ‘Yang paling sahih dan masyhur adalah bahwa haji mabrur yang bersih dari dosa itu diambil dari al-birr (kebaikan) yaitu ketaatan”
وَقِيلَ : هُوَ الْمَقْبُولُ الْمُقَابَلُ بِالْبِرِّ وَهُوَ الثَّوَابُ، وَمِنْ عَلَامَةِ الْقَبُولِ أَنْ يَرْجِعَ خَيْرًا مِمَّا كَانَ وَلَا يُعَاوِد الْمَعَاصِي
✅ “Ada pendapat yang mengatakan, ‘Haji mabrur adalah haji yang diterima yang dibalas dengan kebaikan yaitu pahala. Sedangkan pertanda diterimanya haji seseorang adalah kembali menjadi lebih baik dari sebelumnya dan tidak mengulangi melakukan kemaksiatan.”
وَقِيلَ هُوَ الَّذِي لَا رِيَاءَ فِيهِ وَقِيلَ : هُوَ الَّذِي لَا يَتَعَقَّبهُ مَعْصِيَةٌ وَهُمَا دَاخِلَانِ فِيمَا قَبْلهُمَا
✅ “Ada ulama yang mengatakan haji mabrur adalah haji yang tidak ada unsur riya` di dalamnya. Ada lagi ulama yang mengatakan bahwa haji mabrur adalah yang tidak diiringi dengan kemaksiatan. Kedua pandangan ini masuk ke dalam kategori pandangan sebelumnya.”
قَالَ الْقُرْطُبِيُّ : الْأَقْوَالُ الَّتِي ذُكِرَتْ فِي تَفْسِيرِهِ مُتَقَارِبَةٌ وَأَنَّهُ الْحَجُّ الَّذِي وُفَّتْ أَحْكَامُه وَوَقَعَ مَوْقِعًا لِمَا طُلِبَ مِنْ الْمُكَلَّف عَلَى وَجْهِ الْأَكْمَلِ
✅ “Al-Qurthubi berkata, ‘Bahwa pelbagai pendapat tentang penjelasan haji mabrur yang telah dikemukakan itu saling berdekatan. Kesimpulannya haji mabrur adalah haji yang dipenuhi seluruh ketentuanya dan dijalankan dengan sesempurna mungkin oleh pelakunya (mukallaf) sebagaimana yang dituntut darinya”



 Al-Imam Asy-Syarqawi saat mensyarah kitab At-Tahrir, [Cet. Haramain, Hal 459] mengungkapkan,
فائدة : قال الخوّاص رحمه الله : من علامات قبول حج العبد وأنه خلع عليه خلعة الرضا عنه أنه يرجع من الحج وهو متخلق بالأخلاق المحمدية ، لا يكاد يقع في ذنب ، ولا يرى نفسه على أحد من خلق الله ، ولا يزاحم على شيء من أمور الدنيا حتى يموت ،
Poin tambahan, diterangkan oleh Ali Al-Khawwash, diantara indikasi diterimanya ibadah haji seorang hamba oleh Allah, adalah dia berada dalam ridha Allah, sehingga setelah haji dia menjadi berakhlaq terpuji, tidak kembali terjerumus dalam dosa yang biasa dikerjakan setelah haji, tidak merasa dirinya lebih mulia dibanding siapapun makhluq Allah, tidak mementingkan dunia hingga mati,
 Ada juga penjelasan Al-Hasan Al-Bashri seorang ulama besar dan seorang sufi yang hidup pada abad ketiga hijriyah, yang dikutip Al-Imam An-Nawawi, bahwa haji mabrur adalah mereka yang kembali ke tanah airnya bersikap zuhud terhadap kehidupan dunia, sederhana walaupun kaya dan ia mencintai kehidupan akhirat. *[Syarh Al-Idhah fi Manasik Al-Haji, hal 15]*
燎 Baiklah, bisa disimpulkan sendiri Pak Sulaiman? Ambil kertas, baca ulang, lantas tulis poin2 penting mabrur. Yang menjadi pertanyaan sebenarnya adalah apakah kata mabrur itu seperti istiqamah dan hijrah, dalam artian bahwa predikat tersebut baru diraih jika sudah wafat. Itulah persoalannya.
 Sebab seseorang disebut berhasil istiqamah apabila sudah wafat dan memang seumur hidupnya istiqamah. Kalau belum wafat, seseorang bisa saja luput dari istiqamah, alias melenceng dari jalur.
 Sebagaimana itu, mabrur, jika merujuk penjelasan2 ulama di atas, apakah berarti seseorang baru meraih predikat mabrur jika sudah wafat dan terbukti seumur hidupnya semenjak selesai berhaji, selalu menetapi syarat2 mabrur seperti tersebut di atas?
 Ah itulah persoalannya, yang saya belum menemukan keterangan dari ulama klasik. Mohon maaf. Maklum saya masih santri.
 Wa Akhiran, doakan haji saya dan ayah ibu saya mabrur ya, Pak Sulaiman. Dan saya cenderung memilih pendapat Al-Qurthubi, bahwa mabrur didapat 'cukup' dengan berhaji sesuai ketentuan, itu saja, sebagaimana khusyu'.
 Dijawab oleh
*H. BRILLY EL-RASHEED, S.PD.*
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
 Follow Instagram *@PejuangShalatSunnah*
 Follow Instagram *@PejuangShalatSunnah*
 Follow Instagram *@PejuangShalatSunnah*
 Follow Channel Telegram *@manajemenqalbu*
 Follow Channel Telegram *@manajemenqalbu*
 Follow Channel Telegram *@manajemenqalbu*
 _Rencana penyaluran donasi tahap kedua insyaallah pada 22 Juli 2018._ Sudah terkumpul donasi Rp 3.800.000,- (17Juli 2018) _Anda berikutnya???_ Total donasi tahap 1 dan 2 *Rp 8.710.000,-*
⚠ Alhamdulillah sejak 5 Mei 2018, setiap broadcast ​​​​​​ diterima lebih dari 1⃣2⃣5⃣0⃣0⃣ orang.
 Layangkan pertanyaan seputar agama Islam via surel *ustadzjibril@gmail.com* dengan menyebutkan nama dan kota asal.
 Daftarkan diri mendapatkan broadcast whatsapp QUANTUMFIQIH di *+62 857-3590-8108* dengan menyebutkan nama dan kota asal.

Related

Quantum Fiqih 3468933599561462969

Posting Komentar

Komentar Anda sangat berharga bagi kami. Jika Anda mendukung gerakan kami, sampaikan dengan penuh motivasi. Jangan lupa, doakan kami agar istiqamah beramal dan berdakwah. Klik juga www.quantumfiqih.com dan goldenmanners.blogspot.co.id

emo-but-icon

Hot in week

Random Post

Cari Blog Ini

Translate

Total Tayangan Halaman

Our Visitors

Flag Counter

Brilly Quote 1

Brilly Quote 2

Brilly Quote 3

item